Belajar Kearifan Lokal: Membuat Batik dengan Batang dan Daun Tumbuhan
Belajar Kearifan Lokal: Membuat Batik dengan Batang dan Daun Tumbuhan
Diterbitkan : Sab, 11 Januari 2025
Penulis : admin
IMG_20250111_185856

Belajar Kearifan Lokal: Membuat Batik dengan Batang dan Daun Tumbuhan

 

Hari ini, pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP berlangsung penuh kreativitas dan nilai budaya. Para siswa belajar tentang kearifan lokal dengan menggambar batik menggunakan bahan alami, yaitu batang dan daun tumbuhan, sebagai alat utama untuk mencetak corak.

Mengenalkan Budaya Lokal melalui Batik
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Proses pembuatannya biasanya memanfaatkan canting atau cap, tetapi kali ini siswa diajak mengeksplorasi cara tradisional dengan pendekatan yang lebih alami. Tujuannya adalah untuk menghubungkan seni batik dengan kearifan lokal dan kekayaan alam sekitar.

Proses Pembuatan Batik dengan Bahan Alami

 
Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan jenis-jenis tumbuhan yang akan digunakan. Batang dan daun dipilih dari tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah, seperti daun jati, daun pepaya, atau batang singkong. Selanjutnya, pewarna ontan—pewarna alami yang ramah lingkungan—disiapkan untuk mencelupkan batang dan daun tersebut.

Setiap siswa diberi kain polos sebagai media menggambar. Dengan batang dan daun yang dicelupkan ke pewarna, mereka menciptakan berbagai pola seperti motif daun, bunga, atau garis-garis alami. Hasilnya, setiap kain yang dihasilkan memiliki corak unik, mencerminkan kreativitas dan kepribadian masing-masing siswa.

Nilai yang Diajarkan
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik dasar membuat batik, tetapi juga memahami filosofi di balik kearifan lokal. Mereka diajak untuk:

  1. Menghargai budaya dan tradisi nenek moyang.
  2. Memanfaatkan kekayaan alam sekitar secara kreatif dan berkelanjutan.
  3. Berlatih bekerja sama dalam kelompok, mulai dari mencari bahan hingga menyelesaikan proyek.

Hasil Akhir dan Refleksi
Setelah selesai, kain batik yang dihasilkan dipajang untuk diapresiasi bersama. Banyak siswa merasa bangga bisa menciptakan karya seni yang bernilai budaya tinggi. Mereka juga belajar bahwa seni batik bukan sekadar proses menggambar, tetapi juga bagian dari menjaga identitas bangsa.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga, membuktikan bahwa pembelajaran tentang kearifan lokal dapat dikemas secara menarik dan mendalam, sekaligus melatih siswa untuk mencintai budaya Indonesia sejak dini.

Umum

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Guru Nasional...
SMP Islam Terpadu & SMK Terpadu Hidayatul Uluum menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 pada hari...
Sel, 25 November 2025 | 11:44
Siswa Ikuti Survei Penguatan...
Senin 24 November 2025, sebanyak 45 siswa SMP Islam Terpadu Hidayatul Uluum yang terdiri dari kelas 7 –...
Sen, 24 November 2025 | 10:41
Penerimaan Santri Baru Pondok...
Tahun ajaran baru segera dimulai! Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 membuka kesempatan emas bagi generasi muda untuk bergabung...
Sel, 8 April 2025 | 10:30
Santri Taat, Balik Pondok...
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Semoga seluruh santri dan wali santri selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Hari ini, Minggu, 5...
Ming, 5 Januari 2025 | 11:51