Apa itu Kurikulum Merdeka? Simak penjelasan berikut!
Apa itu Kurikulum Merdeka? Simak penjelasan berikut!
Diterbitkan : Sel, 23 Juli 2024
Penulis : admin
logo-kurikulum-merdeka-hd

Kurikulum Merdeka adalah pendekatan pembelajaran yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dalam rangka mendukung kebijakan Merdeka Belajar. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan keleluasaan bagi sekolah, guru, dan peserta didik dalam menentukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat masing-masing.

Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka
Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Fokusnya adalah pada pengembangan kompetensi siswa, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Kurikulum ini menekankan learning outcomes (hasil belajar) yang jelas.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Siswa diajak untuk terlibat dalam berbagai proyek lintas mata pelajaran yang dirancang untuk memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21, seperti gotong royong, kreativitas, berpikir kritis, dan cinta lingkungan.
Fleksibilitas dalam Pembelajaran

Sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal.
Guru memiliki ruang untuk menyesuaikan pembelajaran dengan gaya belajar siswa.
Fokus pada pembelajaran esensial sehingga siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep-konsep dasar.
Pendekatan yang Lebih Sederhana
Materi pembelajaran difokuskan pada hal-hal yang esensial, sehingga tidak membebani siswa dengan banyak muatan materi. Hal ini bertujuan agar pembelajaran lebih bermakna.
Diferensiasi Belajar
Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, baik melalui pendampingan bagi siswa yang tertinggal maupun tantangan tambahan bagi yang lebih cepat memahami.
Tujuan Kurikulum Merdeka
Membentuk generasi yang mandiri, berkarakter, kreatif, dan inovatif.
Memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih relevan dan kontekstual.
Memupuk budaya belajar sepanjang hayat.
Perbedaan dengan Kurikulum Sebelumnya
Kurikulum Merdeka berbeda dengan Kurikulum 2013 karena lebih memberikan otonomi kepada guru dan sekolah. Selain itu, penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi terlalu fokus pada nilai akademis, melainkan pada proses dan kemampuan siswa dalam mempraktikkan pembelajaran.

Apakah Anda ingin mendalami topik tertentu dari Kurikulum Merdeka ini? Misalnya, penerapan di kelas atau bagian Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?

Umum

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Guru Nasional...
SMP Islam Terpadu & SMK Terpadu Hidayatul Uluum menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 pada hari...
Sel, 25 November 2025 | 11:44
Siswa Ikuti Survei Penguatan...
Senin 24 November 2025, sebanyak 45 siswa SMP Islam Terpadu Hidayatul Uluum yang terdiri dari kelas 7 –...
Sen, 24 November 2025 | 10:41
Penerimaan Santri Baru Pondok...
Tahun ajaran baru segera dimulai! Pondok Pesantren Hidayatul Uluum 2 membuka kesempatan emas bagi generasi muda untuk bergabung...
Sel, 8 April 2025 | 10:30
Belajar Kearifan Lokal: Membuat...
Belajar Kearifan Lokal: Membuat Batik dengan Batang dan Daun Tumbuhan   Hari ini, pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar...
Sab, 11 Januari 2025 | 10:00